ADA APA
DIBALIK CORONA VIRUS (COVID 19)
Oleh: YUNDIAJI
PAI NON-PNS Kec. Berbek
Memahami hakekat musibah wabah, dalam hal ini corona virus (covid 19).
Menurut ajaran agama islam sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S At Taubah ayat 51 yang berbunyi:
قُلْ لَنْ يُصِيْبَنَا اِلاَّ مَا كَتَبَ اللّهُ لَنَا هُوَ مَوْلنَا وَعَلَى اللّه فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُوْنَ
Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Tidak akan menimpa kamimelainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakkallah orang-oraang yang beariman.
Sebagai seoarng muslim wajib berkeyakinan bahwa musibah itudatang dari Allah bukan dari yang lain. Karena sebagian orang ada yang mengaitkan dengan perkara yang lain, sebagai contoh tidak turun-turun hujan, terus ada yang berpendapat bahwa ini karena tidak ditanggapne wayang. Na’udzubillah. Jangan sampai aqidah kita goyang gara-gara wabah virus covid 19 dan kita hamba Allah harus minta perlindungan kepada Allaah SWT dengan cara berdoa, ihtiyar baru tawakkal.
Setiap orang memiliki keinginan, cita-cita dan sasaran yang ingin dicapai. Orang yang bertuhan merasa dirinya kecil, lemah dan tidak berdaya, tidak memilki kekuatan apapun. Hanya Allaah lah sendiri yang memiliki daya kekuatan. Siakap penyerahan diri inilah yang kemudian diapresiasikan dengan kalimat
لَاحَوْلَ وَلَا قوَّةَ اِلَّا بِاللّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Oleh karena itu semua keinginan, cita-cita dan tujuan, pertama kali dirumuskan menjadi permohonan kepada Allah SWT. Hal ini dilakukan dengan harapan semoga semuanya terwujud, sesuai denga izin dan rihoNya.
Permohonan inilah yang kemudian disebut dengan DOA dan kita harus berdoa semoga bi Barokati Syahri Romadhon, Allah mengangkat virus corona (covid 19) dari bumi Indonesia khususnya, umumnya seluruh dunia. Aamiin, juga mempebanyak wirid sebagaiman yang diajarkan para ‘Aalim yakni:
بِسْمِ اللّه الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِى الْاَرْضِ وَلَا في السَّمآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْم
لِيْ خَمْسَةٌ اُطْفِيْئٌ بِهَا حَرَّا لْوَبَاءِ الْحَاطِمَهْ
اَلْمُصْطَفَى وَالْمُرْتَضَى وَابْنَاهُمَا وَالْفَاطِمَهْ
Untuk menanggulangi corona virus, diperlukan usaha bathin melalui doa dan usaha lahir yakni melalui ihtiyar. Ihtiyar atau usaha dan gigihnya perjuangan adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai keinginan, cita-cita dan tujuan. Untuk itu di dalam menyikapi wabah corona virus saat ini yang harus kita lakukan adalah:
Cuci tangan dengan menggunakan sabun atau handsanitizer sesering mungkin
Memakai masker apabila keluar rumah
Jaga jarak dan hindari kerumunan
Hasil dari suatu ihtiyar adalah hak dan wewenang Allaah SWT, sedangkan usaha dan perjuangan adalah kewajiban kita sebagai manusia.
Setelah doa dan ihtiyar kita jalankan, kemuadian kita harus tawakkal. Tawakkal adalah menyerahkan diri kepada Allah SWT, apakah usah kita berhasil atau tidak, apapun taqdirnya harus kita terima dengan legowo, sebagai bukti penyerahan diri kita secara mutlak kepada Allaah SWT. Kalau kita berihtiyar bukan berarti kita meragukan kemampuan Allaah SWT atau diri kita mempunyai kekuatan diluar kekuatan Allaah SWT. Akan tetapi ihtiyar adalah melaksanakan perintah Allaah SWT.
Oleh karena itu, ketika kita sudah berdoa, meminta kepada Allaah SWT yang juga dibarengi ihtiyar sebagai bentuk kesungguhan akan tercapainya keinginan tersebut, namun tetnyata belum berhasil, maka yang harus kita lakukan adalah Muahasabah ‘ala annafsi, mawas diri dan bersabar, dalam dituntut untuk terus berjuang dan berusaha tanpa mengenal lelah sambil membenahi diri, niat, strategi, dan taktik penanggulangan corona virus (covid 19). Wallaahu a’lam….
Ihtiyar dulu, lanjut dg Tawakkal unt menghadapi corona yg saat ini mewabah di seluruh dunia
BalasHapusgood
BalasHapusArtikel e sangat bagus gus jun...alhamdulillaah..semangat hadapi covids
BalasHapusAlhamdulillah sae yai
BalasHapusTetap Bertawakal tapu jangan lupa ikhtiar
Artikel ipun sae gus jun..👍👍👍
BalasHapusDibalik adanya Wabah COVID-19 ini... memberikan isyarat dan peringatan serta ujian maupun cobaan bagi hamba Allah yg beriman...kita harus selalu mengedepankan sabar dan ikhtiar lahir dan bathin serta bertawakal kepada-nya....good job...👍
BalasHapus