Senin, 24 Agustus 2020

hukuman bagi yang tidak mau membayar zakat

HUKUMAN BAGI ORANG YANG TIDAK MAU MEMBAYAR ZAKAT 

 Nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita semua sanagtlah banyak, yang mana bersyukur kepada yang membari nikmat adalh wajib. Allah SWT memberi nikmat kepada untuk menguji apakah kita berstukur lalu ditambah I kenikmatannya, atauah kit aakan mengkkufuri sehingga mendapat siksa sebagaimana firman Allah SWt du dalam Al Qur’an:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Sebagian nikmat Allah SWT yang diberikan kepada kita berupa harta. Kita diuji dengan harta. Apakah kita akan bersyukur dengan dibuktikan mau menunaikan zakat ataukah kita justru ingkar atau tidak mau membayar zakat yang akan mendatangkan siksa. Dalm QS. Al Fushshilat ayat 6, Allah SWT baerfirman: 
وَوَيْلٌ لِلْمُشْرِكِيْنَ الَّذِيْنَ لَايُؤْتُوْنَالزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْأخِرَةِ هُمْ كَافِرُوْنَ
Artinya: “Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang yang mempersekutukannya 
(yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya kehidupan akherat. 
Dalam hadits yang diriwayatkan imam Bukhori Muslim, Rasulullah SAW bersabda: 
مَامِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ لَايُؤَدِّيْ مِنْهَا حَقَّهَا إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَفَحَتْ لَهُ صَفَالِحَ مِنْ نَارٍفَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جَبْهَتَهُ وَجَنْبَهُ وَظَهْرَهُ كُلَّمَا بَرِدَتْ اُعِيْدَتْ لَهُ فِيْ يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِيْنَ اَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيَرَى سَبِيْلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ
Artinya: “Tiada seorangpun yang mempunyai emas dan perak, yang dia tidak berikan zakatnya, kecuali nanti di hari kiamat, harta itu akan dijadikan lempengan besi setelah di bakardalam neraka api jahannam, kemudian disetrikalah (gosok) dahunya, lamungnya, dan punggungnya. Bila sudah dingin, akan dipanaskan kembali (secara terus menerus) di (satu) hari yang lamanya kira-kira 50.000 tahun, sampai semua nasib manusia diputuskan, kemudian (masing-masing) melihat jalannya ada yang ke syurga dan ada yang ke neraka. 
Dari keterangan hadits diatas, sudah seharusnyalah kita untuk berintrospeksi diri atau Muhasabah bin Nafsi. Sudahkah apabila kita di beri harta oleh Allah SWT kita sudah memenuhi syarat untuk mengeluarkan zakat, kita keluarkan zakatnya,. Kalaupun  kita belum pernah mengeluarkan zakatnya, marilah mulai sekarang kita niati  untuk mengeluarkan zakat, daripada besok diakherat, menjadi siksaan bagi kita. 
Bahkan ibnu Umar RA juga mengingatkn: 
عَنِ ا بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهٌ عَنْهُ مَنْ كَنَزَهَا فَلَمْ يُؤَدِّى زَكَاتَهَا فَوَيْلٌ لَه
Artinya: “Dari Ibnu Umar RA: “Barang siapa yang menyimpan harta dan tidak menunaikan zakatnya, maka neraka wail untuknya. (HR. Bukhori). 
Adapun bagi orang tidak meyakini (ingkar) terhadap syariat zakat, maka hukumnya adalah: 
Apabila baru mengenal , maka hukumnya zakat (masih muallaf), maka tidak kufur 
Apabila sudah tahu hukumnya zakat, (bukan muallaf) dan ingkar terhadap kewajiban zakat, yang telah ada dalam nash Al Quran/Al Hadits yang  majmu’alaihi, maka hukumnya Kufur (keluar dari agama islam) 
 Sedangkan tidak meyakini kewajiban benda yang masih diperselisihkan, ulama berbeda pendapat hukumnya, tidak sampai kufur. 
Diriwayatkan dari Abu Hurairah R.A ia berkata: “Sepeninggal Rasulullah SAW, Abu Bakar memerangi sekelompok Baduwi yang murtad, ketika itu Umar RA. Mengatakan kepadanya. Bagaimana tuan memerangi orang-orang itu, padahal rasululah telah bersabda “Saya diperintahkan untuk memerangi semua orangsampai mereka mengakui, bahwa tdak ada Tuhan selain Allah SWT. Jika mereka sudah mengatakannya, maka jiwa dan hartanya terelihara, kecuali jika yang bersangkutanmelakukan perkara yang berhak dihukum, sedangkan perhitungan (hisab) orang tersebut dikembalikan kepada Allah”. Abu Bakar RA. Menjawab “Demi Allah SWT akan terus memerangi orang-orang yang memisahkan antara sholat dan zakat, kareta zakat hak atas harta.” Demi Allah SWT , seandainya meraka enggan membayarkan seutas tali yang dulunya mereka bayarkan kepada Rsulullah SAW aku akan memerangi mereka karenanya. Umar RA. Kemudian berkata: “Sungguh Allah SWT telah menerangi dada Abu Bakar untuk memerangi mereka dan saya yakin itu benar. 
Rasulullah SAW bersabda: 
وَرَدَ فِى الْخَبَرِ عَنِ النَّبِيِّ الصَّادِقِ الْأَبَرِّصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّه قَالَ مَانَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم اِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ فَإِنَّمَا اَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمُ الشُّحُّ
Junjungan kita Rasulullah SتAW bersabda: “Tidak akan kurang harta yang dishodaqohkan” dan sabdanya lagi “Takutlah kamu semua dari kikir(bakhil) sebab kerusakan umat sebalum kamu semua dikarenakan kikir (bakhil). 
Wallahu A’lam…

Senin, 27 Juli 2020

Hikmah zakat

HIKMAH ZAKAT
Oleh: Yundiaji (PAI Non PNS Kec. Berbek)

 Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama,  zakat merupakan salah satu dari lima rukun islam. Dan hal ini berdasarkan nash Alqur’an, Al Hadits dan Ijma’ Ulama. Mengeluarkan zakat, bagi orang yang telah menetapi syarat wajibnya zakat, hukumnya wajib, artinya wajib bagi setiap Muslim yang merdeka, baligh, d berakal dan mempunyai harta tertentu, yang wajib dizakati, yang telah mencapai nishob dan menetapi syarat-syaratnya untuk mengeluarkan zakat, sebagaimana firman Allah dalam QS. At Taubah 103: 
خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ اِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian herta mereka, guna membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoaah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan ) ketentraman jiwa bagi mereka.. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Jadi hikmah disyariatkan zakat, merupakan salah satu manifestasi solidaritas , menjadi kunci pembuka petunjuk Allah dan rahmat Allah, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Luqman ayat 3:
 هُدًى وَّرَحْمَةً لِلْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: “Sebagai Petunjuk dan Rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan (yaitu orang-orang yang melaksanakn sholat, menunaikan zakat, dan mereka meyakini akherat(”. 
Dan menjadi indahnya kebersamaan, yang kaya berbagi rezki dengan yang miskin, yang miskin berbagi doa dengan yang kaya. Selain menjadi wahana perlindungan bagi sesama yang memerlukan, syariat zakat mengandung hikmah yang sangat besar, baik untuk pribadi orang yang berzakat maupun orang yang menerima zakat dan begitu juga hartanya. 
Diantara hikmahnya zakat, adalah:
Meningkatkan iman.
Orang yang dengan sadar dan tulus ikhlash mengeluarkan zakat berarti telah sanggup menerima perintah Allah SWT secara total dan menempatkannya diatas semua kepentingan. Meyakini dan membenarkan bahwa zakat merupakan rukun Islam dan menjadi haknya orang lain yang harus diberikan. Selain itu zakat menjaji perwujudan syukur kepada Allah SWT atas karuniaNya yang berupa harta, sebagaiman firman Allah SWT dalam QS. Al Baqoroh ayat 267: 


يَااَيُّهَاالَّذِيْنَ امَنُوْااَنْفِقُوْامِنْ طَيِّبَاتِ مَاكَسَبْتُمْ وَمِمَّااَخْرَجْنَالَكُمْ مِنَ الْأرْضِ وَلَاتَيَمَّمُوالْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِأخِذِيْهِ اِلَّااَنْتُغْمِضُوْافِيْهِ وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya, melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah Allah Maha Kaya dan Maha dan Maha Terpuji”.
Membersihkan jiwa
Dengan berzakat berarti telah melatih dan menumbuh kembangkan jiwa social dermawan dan kasih sayang terhadap sesame, mensucikan hati dari penyakit materialisme, kikir, dan dendam, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. At Taubah ayat 103: 

 خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ اِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka. Dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui”.
Adapun yang dimaksud membersihkan dalam ayat diatas ialah zakat itu membersihkan mereka dari kebahilan dan cinta yang berlebih-lebihan terhadap harta. Dan yang dimaksud mensucikan  adalah zakat bisa menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati orang yang berzakat.

Menjaga harta 
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW: 

 حَصِّنُوْا اَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ وَدَاوُوْامَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ

 Artinya: “Jagalah hartamu dengan (mengeluarkan) zakat dan sembuhkan orang-orang sakitmu dengan shodaqoh”.
Secara emplisit, hadits diatas menggambarkan pemahaman bahwa resep mujarab untuk menjaga harta dan jiwa pemiliknya dari marabahaya adalah zakat. 
Secara logika, kalau sikap berjiwa sosial dengan si miskin, tentunya akan tercipta salng menjaga antara si kaya dan si miskin.
Semoga dengan kita mengetahui hikmah berzakat, kita dimudahkan oleh Allah SWT untuk menjalankannya. Aamiin…. 

Minggu, 26 Juli 2020

hikmah zakat

HIKMAH ZAKAT
Oleh: Yundiaji (PAI Non PNS Kec. Berbek)

 Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama,  zakat merupakan salah satu dari lima rukun islam. Dan hal ini berdasarkan nash Alqur’an, Al Hadits dan Ijma’ Ulama. Mengeluarkan zakat, bagi orang yang telah menetapi syarat wajibnya zakat, hukumnya wajib, artinya wajib bagi setiap Muslim yang merdeka, baligh, d berakal dan mempunyai harta tertentu, yang wajib dizakati, yang telah mencapai nishob dan menetapi syarat-syaratnya untuk mengeluarkan zakat, sebagaimana firman Allah dalam QS. At Taubah 103: 
خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ اِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian herta mereka, guna membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoaah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan ) ketentraman jiwa bagi mereka.. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Jadi hikmah disyariatkan zakat, merupakan salah satu manifestasi solidaritas , menjadi kunci pembuka petunjuk Allah dan rahmat Allah, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Luqman ayat 3:
 هُدًى وَّرَحْمَةً لِلْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: “Sebagai Petunjuk dan Rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan (yaitu orang-orang yang melaksanakn sholat, menunaikan zakat, dan mereka meyakini akherat(”. 
Dan menjadi indahnya kebersamaan, yang kaya berbagi rezki dengan yang miskin, yang miskin berbagi doa dengan yang kaya. Selain menjadi wahana perlindungan bagi sesama yang memerlukan, syariat zakat mengandung hikmah yang sangat besar, baik untuk pribadi orang yang berzakat maupun orang yang menerima zakat dan begitu juga hartanya. 
Diantara hikmahnya zakat, adalah:
Meningkatkan iman.
Orang yang dengan sadar dan tulus ikhlash mengeluarkan zakat berarti telah sanggup menerima perintah Allah SWT secara total dan menempatkannya diatas semua kepentingan. Meyakini dan membenarkan bahwa zakat merupakan rukun Islam dan menjadi haknya orang lain yang harus diberikan. Selain itu zakat menjaji perwujudan syukur kepada Allah SWT atas karuniaNya yang berupa harta, sebagaiman firman Allah SWT dalam QS. Al Baqoroh ayat 267: 


يَااَيُّهَاالَّذِيْنَ امَنُوْااَنْفِقُوْامِنْ طَيِّبَاتِ مَاكَسَبْتُمْ وَمِمَّااَخْرَجْنَالَكُمْ مِنَ الْأرْضِ وَلَاتَيَمَّمُوالْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِأخِذِيْهِ اِلَّااَنْتُغْمِضُوْافِيْهِ وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya, melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah Allah Maha Kaya dan Maha dan Maha Terpuji”.
Membersihkan jiwa
Dengan berzakat berarti telah melatih dan menumbuh kembangkan jiwa social dermawan dan kasih sayang terhadap sesame, mensucikan hati dari penyakit materialisme, kikir, dan dendam, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. At Taubah ayat 103: 

 خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ اِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka. Dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui”.
Adapun yang dimaksud membersihkan dalam ayat diatas ialah zakat itu membersihkan mereka dari kebahilan dan cinta yang berlebih-lebihan terhadap harta. Dan yang dimaksud mensucikan  adalah zakat bisa menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati orang yang berzakat.

Menjaga harta 
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW: 

 حَصِّنُوْا اَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ وَدَاوُوْامَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ

 Artinya: “Jagalah hartamu dengan (mengeluarkan) zakat dan sembuhkan orang-orang sakitmu dengan shodaqoh”.
Secara emplisit, hadits diatas menggambarkan pemahaman bahwa resep mujarab untuk menjaga harta dan jiwa pemiliknya dari marabahaya adalah zakat. 
Secara logika, kalau sikap berjiwa sosial dengan si miskin, tentunya akan tercipta salng menjaga antara si kaya dan si miskin.
Semoga dengan kita mengetahui hikmah berzakat, kita dimudahkan oleh Allah SWT untuk menjalankannya. Aamiin…. 

Rabu, 24 Juni 2020

ANTARA MANUSIA DAN ATURAN PEMERINTAH

ANTARA MANUSIA DAN ATURAN PEMERINTAH
Oleh: Yundiaji
PAI Non PNS Berbek 
Fiqh adalah pengetahuan tentang hokum-hukum yang sifatnya praktis yang digali dari dalil-dalilnya. Yang terperinci obyeknya adalah sikap perilaku dan sepak terjang orang – orang dewasa dan matang kepribadiannya. 
Potensi manusia yang ada diantara dua kutub, syurga dan neraka, antara memuji dan mengagungkan Allah dan merusak dan mengalirkan darah, harus di kendalikan dan di control dengan seperangkat aturan agar terkendali, terukur dan terarah pada hal-hal yang positif konstruktif. Aturan-aturan yang ada alam fiqh tidak lain adalah menghantarkan manusia pada kemaslahatan yang berintikan kesejahteraan, kemakmuran, kemajuan, keadilan dan kebahagiaan lahir bathin. Untuk mencapai hal ini, maka segala potensi negatif seperti virus corona dan sejenisnya harus dihilangkan. Paling tidak diminimalisir dieliminer sedini mungkin. Begitu juga yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam menghadapi virus corona 19, sesuai dengan qoidah ushul fiqh 
                                     الاَحْكَامُ كُلٌّهَارَاجِعَةٌ اِلَى مَصَالِحِ الْاُمَّةِ دُنْيَاوَاُخْرًا
“Seluruh hukum ditunjukkan untuk menggapai kemaslahatan umat dunia – akherat “
Ada lima kemaslahatan pokok, yakni: jiwa, agama, keturunan, harta dan harga diri.
Untuk mewujudkan lima kemaslahatan tersebut, Pemerintah mengeluarkan peraturan New Normal supaya terhindar dari virus corona dan tetap bisa menjalankan ibadah dengan memperhatikan protokaol kesehatan dan bisa mencari rizqi dengan jalan bekerja.
Kelima pokok kemaslahatan ini tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya kedisiplinan dari masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Disilah kaidah 
                            مَالَايَتِمُّ الْوَاجِبْ اِلَّا بِهِ فَهُوَوَاجِبْ 
“Jalan untuk menyempurnakan kemaslahatan, hukumnya wajib atau hal-hal yang bersifat sarana hukumny sama dengan tujuan,” 
dan sesugguhnya 
                                      مَقَاصِدُالشَّرِيْعَهْ
“Ditujukan untuk menegakkan kemaslahatan”
Agama dan dunia dimana bila prinsip-prinsip itu diabaikan, maka kemaslahatan dunia tidak akan tegak berdiri, sehingga berakibat pada kerusakan dan hilangnya kenikmatan peri kehidupan manusia. Kita dapat membayangkan hal ini ketika virus corona melanda Negara yang sudah psrah. Urusan ibadah, pendidikan, ekonomi dan lain-lain menjadi terbengkalai. Untuk mengembalikan seperti semula butuh waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Disinilah relevensi qoidah 
                         دَرْأُالْمَفَاسِدْ مُقَدِّمٌ عَلَى جَلْبِ الْمَصَالِحْ
“Menolak kerusakan diprioritaskan daripada membangun kemajuan”
Semoga dengan adanya kita mengikuti protokol kesehatan, Allah SWT akan mengangkat virus corona dari bumi Indonesia khususnya, dan umumnya dari dunia ini. Aamiin….
Walloohu a’lam

Berbek, Juni 2020
  

Selasa, 02 Juni 2020

CIPTAAN ALLAH TIDAK ADA YANG SIA-SIA (TERMASUK COVID 19)

CIPTAAN ALLAH TIDAK ADA YANG SIA-SIA
 (TERMASUK COVID 19) 



Didalam Al Quran sudah dijelaskan bahwa semua yang diciptakan Allah SWT itu tidak ada yang sia-sia, sekalipun itu hewan yang menjijikkan menurut manusia, sebagaimana ulat atau hewan yang menakutkan sebagaiman singa atau hewan yang membawa bakteri, seperti lalat, tikus atau ikan yang berada di laut. Sebagaiman firman Allah SWT dalam Q.S Ali Imran : 191 
 اَلَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّهَ قِيَامًاوَقُعُوْدًاوَعَلَى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِى خَلْقِ السَّموتِ وَالْاَرْضِ رَبَّنَامَا خَلَقْتَ  هذَا بَاطِلَ سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ الَّنارَ

Artinya: ( Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring dan meraka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) Yaa Tuhan Kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau Lindungilah kami dari adzab neraka. 
Ayat diatas mengajarkan kepada kita supaya selalu ingat kepada Allah SWT dalam keadaan apapun dan kita diperintahkan untuk berfikir tentang penciptaanNya dan ciptaan Allah itu tidaklah ada yang sia-sia.
Begitu halnya Allah menurunkan virus corona, tentunya akan ada manfaatnya bagi orang-orang yang mau berikir. Bagi mereka yang bergerak dibidang kesehatan, akan berfikir vaksin apa yang cocok untuk virus corona. Bagi orang-orang awam sudah seharusnya menjaga diri sebagaimana yang dianjurkan oleh pemerintah seperti sering cuci tangan dan jaga jarak.
Karena dalam kehidupan manusia nikmat yang terbesar bagi orang islam adalah                 nikmat di beri iman dan islam, kalau untuk badannya ialah nikmat sehat jasmani. Oleh karena itu kita harus menjaga kesehatan, karena dengan sehat manusia bisa beraktivitas serta menjalani hidup dengan semestinya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya : akal yang sehat terdapat pada raga yang sehat.
Kita koreksi saja pribadi kita, kalau raga / badan kita sakit, maka bekerja tidak bisa, melakukan ibadah malas, menikmati yang kita miliki juga tidak bisa dengan sepenuhnya. Oleh karena itu untuk menghadapi COVID 19 kita ikuti protocol kesehatan. Semoga dengan mengikuti protocol kesehatan Allah SWT menjauhkan kita dari COVID 19 dan diangkat dari bumi Indonesia.  

Rabu, 13 Mei 2020

Ada apa dibalik corona virus (covid 19)

ADA APA
 DIBALIK CORONA VIRUS (COVID 19)
Oleh: YUNDIAJI 
PAI NON-PNS Kec. Berbek

Memahami hakekat musibah wabah, dalam hal ini corona virus (covid 19). 
Menurut ajaran agama islam sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S At Taubah ayat 51 yang berbunyi:  
 قُلْ لَنْ يُصِيْبَنَا اِلاَّ مَا كَتَبَ اللّهُ لَنَا هُوَ مَوْلنَا وَعَلَى اللّه فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُوْنَ 
Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Tidak akan menimpa kamimelainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakkallah orang-oraang yang beariman. 
Sebagai seoarng muslim wajib berkeyakinan bahwa musibah itudatang dari Allah bukan dari yang lain. Karena sebagian orang ada yang mengaitkan dengan perkara yang lain, sebagai contoh tidak turun-turun hujan, terus ada yang berpendapat bahwa ini karena tidak ditanggapne wayang. Na’udzubillah. Jangan sampai aqidah kita goyang gara-gara wabah virus covid 19 dan kita hamba Allah harus minta perlindungan kepada Allaah SWT dengan cara berdoa, ihtiyar baru tawakkal. 
Setiap orang memiliki keinginan, cita-cita dan sasaran yang ingin dicapai. Orang yang bertuhan merasa dirinya kecil, lemah dan tidak berdaya, tidak memilki kekuatan apapun. Hanya Allaah lah sendiri yang memiliki daya kekuatan. Siakap penyerahan diri inilah yang kemudian diapresiasikan dengan kalimat 
لَاحَوْلَ وَلَا قوَّةَ اِلَّا بِاللّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ 
Oleh karena itu semua keinginan, cita-cita dan tujuan, pertama kali dirumuskan menjadi permohonan kepada Allah SWT. Hal ini dilakukan dengan harapan semoga semuanya terwujud, sesuai denga izin dan rihoNya.
Permohonan inilah yang kemudian disebut dengan DOA dan kita harus berdoa semoga bi Barokati Syahri Romadhon, Allah mengangkat virus corona (covid 19) dari bumi Indonesia khususnya, umumnya seluruh dunia. Aamiin, juga mempebanyak wirid sebagaiman yang diajarkan para ‘Aalim yakni: 
بِسْمِ اللّه الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِى الْاَرْضِ وَلَا في السَّمآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْم 
لِيْ خَمْسَةٌ اُطْفِيْئٌ بِهَا              حَرَّا لْوَبَاءِ الْحَاطِمَهْ 
اَلْمُصْطَفَى وَالْمُرْتَضَى            وَابْنَاهُمَا وَالْفَاطِمَهْ 

Untuk menanggulangi corona virus, diperlukan usaha bathin melalui doa dan usaha lahir yakni melalui ihtiyar. Ihtiyar atau usaha dan gigihnya perjuangan adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai keinginan, cita-cita dan tujuan. Untuk itu di dalam menyikapi wabah corona virus saat ini yang harus kita lakukan adalah:
Cuci tangan dengan menggunakan sabun atau handsanitizer sesering mungkin
Memakai masker apabila keluar rumah
Jaga jarak dan hindari kerumunan 
Hasil dari suatu ihtiyar adalah hak dan wewenang Allaah SWT, sedangkan usaha dan perjuangan adalah kewajiban kita sebagai manusia. 
Setelah doa dan ihtiyar kita jalankan, kemuadian kita harus tawakkal. Tawakkal adalah menyerahkan diri kepada Allah SWT, apakah usah kita berhasil atau tidak, apapun taqdirnya harus kita terima dengan legowo, sebagai bukti penyerahan diri kita secara mutlak kepada Allaah SWT. Kalau kita berihtiyar bukan berarti kita meragukan kemampuan Allaah SWT atau diri kita mempunyai kekuatan diluar kekuatan Allaah SWT. Akan tetapi ihtiyar adalah melaksanakan perintah Allaah SWT.
Oleh karena itu, ketika kita sudah berdoa, meminta kepada Allaah SWT yang juga dibarengi ihtiyar sebagai bentuk kesungguhan akan tercapainya keinginan tersebut, namun tetnyata belum berhasil, maka yang harus kita lakukan adalah Muahasabah ‘ala annafsi, mawas diri dan bersabar, dalam dituntut untuk terus berjuang dan berusaha tanpa mengenal lelah sambil membenahi diri, niat, strategi, dan taktik penanggulangan corona virus (covid 19). Wallaahu a’lam…. 

Apa itu zakat mal

Apa Itu Zakat Maal ? Pengertian Maal (harta) Menurut bahasa (lughat), harta adalah segala sesuatu yang diinginkan sekali sekali oleh manusia...