HIKMAH ZAKAT
Oleh: Yundiaji (PAI Non PNS Kec. Berbek)
Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, zakat merupakan salah satu dari lima rukun islam. Dan hal ini berdasarkan nash Alqur’an, Al Hadits dan Ijma’ Ulama. Mengeluarkan zakat, bagi orang yang telah menetapi syarat wajibnya zakat, hukumnya wajib, artinya wajib bagi setiap Muslim yang merdeka, baligh, d berakal dan mempunyai harta tertentu, yang wajib dizakati, yang telah mencapai nishob dan menetapi syarat-syaratnya untuk mengeluarkan zakat, sebagaimana firman Allah dalam QS. At Taubah 103:
خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ اِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian herta mereka, guna membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoaah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan ) ketentraman jiwa bagi mereka.. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Jadi hikmah disyariatkan zakat, merupakan salah satu manifestasi solidaritas , menjadi kunci pembuka petunjuk Allah dan rahmat Allah, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Luqman ayat 3:
هُدًى وَّرَحْمَةً لِلْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: “Sebagai Petunjuk dan Rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan (yaitu orang-orang yang melaksanakn sholat, menunaikan zakat, dan mereka meyakini akherat(”.
Dan menjadi indahnya kebersamaan, yang kaya berbagi rezki dengan yang miskin, yang miskin berbagi doa dengan yang kaya. Selain menjadi wahana perlindungan bagi sesama yang memerlukan, syariat zakat mengandung hikmah yang sangat besar, baik untuk pribadi orang yang berzakat maupun orang yang menerima zakat dan begitu juga hartanya.
Diantara hikmahnya zakat, adalah:
Meningkatkan iman.
Orang yang dengan sadar dan tulus ikhlash mengeluarkan zakat berarti telah sanggup menerima perintah Allah SWT secara total dan menempatkannya diatas semua kepentingan. Meyakini dan membenarkan bahwa zakat merupakan rukun Islam dan menjadi haknya orang lain yang harus diberikan. Selain itu zakat menjaji perwujudan syukur kepada Allah SWT atas karuniaNya yang berupa harta, sebagaiman firman Allah SWT dalam QS. Al Baqoroh ayat 267:
يَااَيُّهَاالَّذِيْنَ امَنُوْااَنْفِقُوْامِنْ طَيِّبَاتِ مَاكَسَبْتُمْ وَمِمَّااَخْرَجْنَالَكُمْ مِنَ الْأرْضِ وَلَاتَيَمَّمُوالْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِأخِذِيْهِ اِلَّااَنْتُغْمِضُوْافِيْهِ وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya, melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah Allah Maha Kaya dan Maha dan Maha Terpuji”.
Membersihkan jiwa
Dengan berzakat berarti telah melatih dan menumbuh kembangkan jiwa social dermawan dan kasih sayang terhadap sesame, mensucikan hati dari penyakit materialisme, kikir, dan dendam, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. At Taubah ayat 103:
خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ اِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka. Dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui”.
Adapun yang dimaksud membersihkan dalam ayat diatas ialah zakat itu membersihkan mereka dari kebahilan dan cinta yang berlebih-lebihan terhadap harta. Dan yang dimaksud mensucikan adalah zakat bisa menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati orang yang berzakat.
Menjaga harta
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:
حَصِّنُوْا اَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ وَدَاوُوْامَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ
Artinya: “Jagalah hartamu dengan (mengeluarkan) zakat dan sembuhkan orang-orang sakitmu dengan shodaqoh”.
Secara emplisit, hadits diatas menggambarkan pemahaman bahwa resep mujarab untuk menjaga harta dan jiwa pemiliknya dari marabahaya adalah zakat.
Secara logika, kalau sikap berjiwa sosial dengan si miskin, tentunya akan tercipta salng menjaga antara si kaya dan si miskin.
Semoga dengan kita mengetahui hikmah berzakat, kita dimudahkan oleh Allah SWT untuk menjalankannya. Aamiin….