Rabu, 24 Juni 2020

ANTARA MANUSIA DAN ATURAN PEMERINTAH

ANTARA MANUSIA DAN ATURAN PEMERINTAH
Oleh: Yundiaji
PAI Non PNS Berbek 
Fiqh adalah pengetahuan tentang hokum-hukum yang sifatnya praktis yang digali dari dalil-dalilnya. Yang terperinci obyeknya adalah sikap perilaku dan sepak terjang orang – orang dewasa dan matang kepribadiannya. 
Potensi manusia yang ada diantara dua kutub, syurga dan neraka, antara memuji dan mengagungkan Allah dan merusak dan mengalirkan darah, harus di kendalikan dan di control dengan seperangkat aturan agar terkendali, terukur dan terarah pada hal-hal yang positif konstruktif. Aturan-aturan yang ada alam fiqh tidak lain adalah menghantarkan manusia pada kemaslahatan yang berintikan kesejahteraan, kemakmuran, kemajuan, keadilan dan kebahagiaan lahir bathin. Untuk mencapai hal ini, maka segala potensi negatif seperti virus corona dan sejenisnya harus dihilangkan. Paling tidak diminimalisir dieliminer sedini mungkin. Begitu juga yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam menghadapi virus corona 19, sesuai dengan qoidah ushul fiqh 
                                     الاَحْكَامُ كُلٌّهَارَاجِعَةٌ اِلَى مَصَالِحِ الْاُمَّةِ دُنْيَاوَاُخْرًا
“Seluruh hukum ditunjukkan untuk menggapai kemaslahatan umat dunia – akherat “
Ada lima kemaslahatan pokok, yakni: jiwa, agama, keturunan, harta dan harga diri.
Untuk mewujudkan lima kemaslahatan tersebut, Pemerintah mengeluarkan peraturan New Normal supaya terhindar dari virus corona dan tetap bisa menjalankan ibadah dengan memperhatikan protokaol kesehatan dan bisa mencari rizqi dengan jalan bekerja.
Kelima pokok kemaslahatan ini tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya kedisiplinan dari masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Disilah kaidah 
                            مَالَايَتِمُّ الْوَاجِبْ اِلَّا بِهِ فَهُوَوَاجِبْ 
“Jalan untuk menyempurnakan kemaslahatan, hukumnya wajib atau hal-hal yang bersifat sarana hukumny sama dengan tujuan,” 
dan sesugguhnya 
                                      مَقَاصِدُالشَّرِيْعَهْ
“Ditujukan untuk menegakkan kemaslahatan”
Agama dan dunia dimana bila prinsip-prinsip itu diabaikan, maka kemaslahatan dunia tidak akan tegak berdiri, sehingga berakibat pada kerusakan dan hilangnya kenikmatan peri kehidupan manusia. Kita dapat membayangkan hal ini ketika virus corona melanda Negara yang sudah psrah. Urusan ibadah, pendidikan, ekonomi dan lain-lain menjadi terbengkalai. Untuk mengembalikan seperti semula butuh waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Disinilah relevensi qoidah 
                         دَرْأُالْمَفَاسِدْ مُقَدِّمٌ عَلَى جَلْبِ الْمَصَالِحْ
“Menolak kerusakan diprioritaskan daripada membangun kemajuan”
Semoga dengan adanya kita mengikuti protokol kesehatan, Allah SWT akan mengangkat virus corona dari bumi Indonesia khususnya, dan umumnya dari dunia ini. Aamiin….
Walloohu a’lam

Berbek, Juni 2020
  

Selasa, 02 Juni 2020

CIPTAAN ALLAH TIDAK ADA YANG SIA-SIA (TERMASUK COVID 19)

CIPTAAN ALLAH TIDAK ADA YANG SIA-SIA
 (TERMASUK COVID 19) 



Didalam Al Quran sudah dijelaskan bahwa semua yang diciptakan Allah SWT itu tidak ada yang sia-sia, sekalipun itu hewan yang menjijikkan menurut manusia, sebagaimana ulat atau hewan yang menakutkan sebagaiman singa atau hewan yang membawa bakteri, seperti lalat, tikus atau ikan yang berada di laut. Sebagaiman firman Allah SWT dalam Q.S Ali Imran : 191 
 اَلَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّهَ قِيَامًاوَقُعُوْدًاوَعَلَى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِى خَلْقِ السَّموتِ وَالْاَرْضِ رَبَّنَامَا خَلَقْتَ  هذَا بَاطِلَ سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ الَّنارَ

Artinya: ( Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring dan meraka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) Yaa Tuhan Kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau Lindungilah kami dari adzab neraka. 
Ayat diatas mengajarkan kepada kita supaya selalu ingat kepada Allah SWT dalam keadaan apapun dan kita diperintahkan untuk berfikir tentang penciptaanNya dan ciptaan Allah itu tidaklah ada yang sia-sia.
Begitu halnya Allah menurunkan virus corona, tentunya akan ada manfaatnya bagi orang-orang yang mau berikir. Bagi mereka yang bergerak dibidang kesehatan, akan berfikir vaksin apa yang cocok untuk virus corona. Bagi orang-orang awam sudah seharusnya menjaga diri sebagaimana yang dianjurkan oleh pemerintah seperti sering cuci tangan dan jaga jarak.
Karena dalam kehidupan manusia nikmat yang terbesar bagi orang islam adalah                 nikmat di beri iman dan islam, kalau untuk badannya ialah nikmat sehat jasmani. Oleh karena itu kita harus menjaga kesehatan, karena dengan sehat manusia bisa beraktivitas serta menjalani hidup dengan semestinya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya : akal yang sehat terdapat pada raga yang sehat.
Kita koreksi saja pribadi kita, kalau raga / badan kita sakit, maka bekerja tidak bisa, melakukan ibadah malas, menikmati yang kita miliki juga tidak bisa dengan sepenuhnya. Oleh karena itu untuk menghadapi COVID 19 kita ikuti protocol kesehatan. Semoga dengan mengikuti protocol kesehatan Allah SWT menjauhkan kita dari COVID 19 dan diangkat dari bumi Indonesia.  

Rabu, 13 Mei 2020

Ada apa dibalik corona virus (covid 19)

ADA APA
 DIBALIK CORONA VIRUS (COVID 19)
Oleh: YUNDIAJI 
PAI NON-PNS Kec. Berbek

Memahami hakekat musibah wabah, dalam hal ini corona virus (covid 19). 
Menurut ajaran agama islam sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S At Taubah ayat 51 yang berbunyi:  
 قُلْ لَنْ يُصِيْبَنَا اِلاَّ مَا كَتَبَ اللّهُ لَنَا هُوَ مَوْلنَا وَعَلَى اللّه فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُوْنَ 
Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Tidak akan menimpa kamimelainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakkallah orang-oraang yang beariman. 
Sebagai seoarng muslim wajib berkeyakinan bahwa musibah itudatang dari Allah bukan dari yang lain. Karena sebagian orang ada yang mengaitkan dengan perkara yang lain, sebagai contoh tidak turun-turun hujan, terus ada yang berpendapat bahwa ini karena tidak ditanggapne wayang. Na’udzubillah. Jangan sampai aqidah kita goyang gara-gara wabah virus covid 19 dan kita hamba Allah harus minta perlindungan kepada Allaah SWT dengan cara berdoa, ihtiyar baru tawakkal. 
Setiap orang memiliki keinginan, cita-cita dan sasaran yang ingin dicapai. Orang yang bertuhan merasa dirinya kecil, lemah dan tidak berdaya, tidak memilki kekuatan apapun. Hanya Allaah lah sendiri yang memiliki daya kekuatan. Siakap penyerahan diri inilah yang kemudian diapresiasikan dengan kalimat 
لَاحَوْلَ وَلَا قوَّةَ اِلَّا بِاللّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ 
Oleh karena itu semua keinginan, cita-cita dan tujuan, pertama kali dirumuskan menjadi permohonan kepada Allah SWT. Hal ini dilakukan dengan harapan semoga semuanya terwujud, sesuai denga izin dan rihoNya.
Permohonan inilah yang kemudian disebut dengan DOA dan kita harus berdoa semoga bi Barokati Syahri Romadhon, Allah mengangkat virus corona (covid 19) dari bumi Indonesia khususnya, umumnya seluruh dunia. Aamiin, juga mempebanyak wirid sebagaiman yang diajarkan para ‘Aalim yakni: 
بِسْمِ اللّه الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِى الْاَرْضِ وَلَا في السَّمآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْم 
لِيْ خَمْسَةٌ اُطْفِيْئٌ بِهَا              حَرَّا لْوَبَاءِ الْحَاطِمَهْ 
اَلْمُصْطَفَى وَالْمُرْتَضَى            وَابْنَاهُمَا وَالْفَاطِمَهْ 

Untuk menanggulangi corona virus, diperlukan usaha bathin melalui doa dan usaha lahir yakni melalui ihtiyar. Ihtiyar atau usaha dan gigihnya perjuangan adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai keinginan, cita-cita dan tujuan. Untuk itu di dalam menyikapi wabah corona virus saat ini yang harus kita lakukan adalah:
Cuci tangan dengan menggunakan sabun atau handsanitizer sesering mungkin
Memakai masker apabila keluar rumah
Jaga jarak dan hindari kerumunan 
Hasil dari suatu ihtiyar adalah hak dan wewenang Allaah SWT, sedangkan usaha dan perjuangan adalah kewajiban kita sebagai manusia. 
Setelah doa dan ihtiyar kita jalankan, kemuadian kita harus tawakkal. Tawakkal adalah menyerahkan diri kepada Allah SWT, apakah usah kita berhasil atau tidak, apapun taqdirnya harus kita terima dengan legowo, sebagai bukti penyerahan diri kita secara mutlak kepada Allaah SWT. Kalau kita berihtiyar bukan berarti kita meragukan kemampuan Allaah SWT atau diri kita mempunyai kekuatan diluar kekuatan Allaah SWT. Akan tetapi ihtiyar adalah melaksanakan perintah Allaah SWT.
Oleh karena itu, ketika kita sudah berdoa, meminta kepada Allaah SWT yang juga dibarengi ihtiyar sebagai bentuk kesungguhan akan tercapainya keinginan tersebut, namun tetnyata belum berhasil, maka yang harus kita lakukan adalah Muahasabah ‘ala annafsi, mawas diri dan bersabar, dalam dituntut untuk terus berjuang dan berusaha tanpa mengenal lelah sambil membenahi diri, niat, strategi, dan taktik penanggulangan corona virus (covid 19). Wallaahu a’lam…. 

Apa itu zakat mal

Apa Itu Zakat Maal ? Pengertian Maal (harta) Menurut bahasa (lughat), harta adalah segala sesuatu yang diinginkan sekali sekali oleh manusia...