TUJUH KEISTIMEWAAN BULAN SYABAN
Yundiaji (PAI Non PNS Kec. Berbek)
Marhaban yaa Syahru Sya'ban. Selamat datang Bulan Syaban. Bulan kedelapan dalam kalender Hijriah merupakan satu dari empat bulan haram atau suci bagi umat Islam.
Sya'ban berasal dari sya'abai qabailu, artinya kabilah-kabilan itu mulai berpencar untuk mengadakan serangan. Dijamakkan dalam bentuk sya'abin dan Syabanat.
Tahun ini, Bulan Syaban jatuh bertepatan Senin, 15 Maret 2021 kemaren. Bulan Syaban merupakan pintu gerbang menuju bulan suci Ramadan. Karena itu, Muslim dianjurkan memperbanyak amalan ibadah di Bulan Syaban yang memiliki banyak keistimewaan di dalamnya salah satunya malam Nishfu Syaban.
Berikut diantara tujuh keistimewaan Bulan Syaban:
Bulan Diangkatnya Amalan Ibadah.
Dikutip dari Pusat Kajian Hadis, amalan harian manusia di laporkan setiap bakda shubuh dan ashar, amalan mingguannya setiap hari senin dan amalan tahunan pada Bulan Syaban.
Hal ini sesuai hadits Rasulullah S
اخبرناعمر بن علي بن عبد الرحمن قال حدثنا ثابت بن ابو قيس ابو الغصن شيخ من اهل المدينه قال حدثني ابو سعيد المقري قال حدثني اسامه بن زيدقال قلت يارسول الله لم اراك تصوم شهرا منن الشهورما تصوم من شعبان قال ذلك شهر يفعل الناس عنه بين رجب ورمضان وهو شههر ترفع فيه الاعمال الي ربي العالمين فأحب انيرفع عملي واناصائم
“Telah mengabarkan kepada kami [‘Amr bin ‘Ali] dari [‘Abdurrahman] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Tsabit bin Qais Abu Al Ghushn] – seorang syaikh dari penduduk Madinah – dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Abu Said Al Maqburi] dia berkata; telah menceritakan kepadaku [Usamah bin Zaid] dia berkata; Aku bertanya; Wahai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan sebagaimana engkau berpuasa di bulan Syaban? Beliau bersabda: Itulah bulan yang manusia lalai darinya; -ia bulan yang berada- di antara bulan Rajab dan Ramadlan, yaitu bulan yang disana berisikan berbagai amal, perbuatan diangkat kepada Rabb semesta alam, aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa. (Nasai 2317)”
Memuliakan Ramadhan
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi di nomor 599, yang artinya:
“Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ismail] telah menceritakan kepada kami [Musa bin Ismail] telah menceritakan kepada kami [Shadaqah bin Musa] dari [Tsabit] bin [Anas] dia berkata, Nabi Shallallaahu alaihi wasallam ditanya tentang puasa yang paling utama setelah Ramadlan, Beliau menjawab: Bulan Syaban untuk memuliakan Ramadlan, Beliau ditanya lagi, lalu Shadaqah apa yang paling utama? Beliau menjawab: Shadaqah di bulan Ramadlan. Abu Isa berkata, ini adalah hadits gharib dan menurut ahlul hadits Shadaqah bin Musa bukanlah rawi yang kuat.”
Nishfu Syaban Malam Penuh Ampunan dan Istimewa
Salah satu keistimewaan Bulan Syaban yakni malam Nishfu Syaban. Dalam Kitab Syuabil Iman, lil Baihaqi, juz 5 halaman 360, hadits nomor 3552 disebutkan mengenai keistimewaan malam Nishfu Syaban, yang artinya:
"Dari Muadz bin Jabal, dari Nabi shallallaahu alaihi wasallam, beliau bersabda:”Allah memperhatikan kepada semua mahkluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban. Makai Dia memberi ampunan kepada semua mahkluk-Nya, kecuali kepada orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.”
قال الشافعي : وبلغنا انه كان قال إن الدعاء يستجاب في خمس ليلة في ليلة الجمعه وليلة الاضحى وليلة الفطروا ول ليلة من رجب ولليلة من النصف شعبان
"Imam Syafi’i berkata: Telah sampai kepada kami bahwa doa dikabulkan dalam lima malam, yaitu: - Malam Jumat- Malam Al Adha- Malam Al Fithri- Malam awal Rajab- Malam Nishfu Sya’ban."
Dalam Kitab Nuz_hatul Majalis, lishshofuuri, juz 1 halaman 165:
قال عطاء بن يسار ما بعد ليلة القدر افضل من ليلة النصف شعبان وهي من الليالي التى يستجاب فيها الدعاء
"Atha` bin Yasaar berkata : Tidak ada malam yang lebih utama setelah Lailatul Qadar dibandingkan dengan malam Nishfu Syaban. Ia merupakan salah satu malam yang mustajab berdoa didalamnya."
Dikabulkan Semua Hajat
Dalam Kitab Sunan Ibn Majah juz 1 halaman 444, hadits nomor 1388, dijelaskan:
"Dari Ali bin Abu Thalib, beliau berkata: Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda:Apabila telah datang malam Nishfu Syaban, maka ber qiyamullaillah pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya, sesungguhnya (rahmat) Allah turun pada malam itu ke langit yang paling bawah ketika terbenamnya matahari, kemudian Allah menyeru Adakah orang yang meminta maaf kepadaku, maka akan Aku ampuni. Adakah yang meminta rizqi, maka Aku akan melimpahkan rizqi kepadanya. Adakah orang yang sakit, maka akan Aku sembuhkan. Dan hal-hal yang lain sampai terbitnya fajar.
Bulan Mulia
Mengenai Bulan Syaban yang merupakan salah satu dari empat bulan mulia atau haram, Rasulullah SAW telah bersabda:
عن ابى هريرة رضي الله عنه قال : قال رسو ل الله صلى الله عليه وسلم : إن الزمان قد استدار كهيئته يوم خلق الله السموات والارض وإن عدة الشهور عند الله اثنا عشر شهرا في كتاب الله يوم خلق السموات والارض منها اربعة حرم ثلاثة متواليات ورجب مضر بين جماد وشعبان
"Dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya semula sejak hari Allah menciptakan langit dan bumi. Dan sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan Langit dan bumi di antaranya empat bulan haram (suci); tiga di antaranya berturut-turut, yaitu Zul Qa'dah, Zul Hijjah, dan Muharram, sedangkan lainnya ialah Rajab Mudar yang terletak di antara bulan Jumada dan bulan Sya'ban."
Perbutaan Maksiat Dilipatgandakan Dosanya
Berbuat zhalim atau bermaksiat di bulan haram, dosanya dilipatgandakan sebagaimana dilipatgandakannya dosa untuk orang yang berbuat zhalim dan maksiat di Tanah Haram.
Allah SWT berfirman:
ان عدة الشهور عند الله اثنا عشر شهرا فى كتاب الله يوم خلق السموات والارض منها اربعة حرم ذلك الدين القيوم فلا تظلموا فيهن انفسكم وقاتتلواالمشركين كافة كما يقاتلونكم كافه واعلمواان الله مع المتقين
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa. (QS. At Taubah: 36)
Ibnu Qatadah mengatakan sesungguhnya melakukan perbuatan aniaya dalam bulan-bulan haram, maka dosa dan sanksinya jauh lebih besar daripada melakukan perbuatan aniaya dalam bulan-bulan yang lain, sekalipun pada prinsipnya perbuatan aniaya itu kapan saja dilakukan dosanya tetap besar. Tetapi Allah lebih memperbesar urusan-Nya sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya.
Amal Ibadah Digandakan Pahalanya
Beribadah dan beramal shaleh di bulan mulia, pahalanya dilipatgandakan oleh Allah SWT. Ibnu Abbas menerangkan Bulan Syaban yang merupakan satu dari empat bulan haram (suci) yang kesuciannya diagungkan, dan sanksi atas perbuatan dosa yang dilakukan padanya diperbesar serta pahala amal saleh yang dilakukan di dalamnya diperbesar pula.
Wallahu A'lam Bishshowab.